Minggu, 01 Januari 2017

pengelola software apt

untuk mengelola software baik itu install, upgrade maupun uninstall, kali menyediakan fasilitas APT yang bekerja secara 'command-line' pada terminal. APT biasa juga disebut 'aptet'. penggunaannya sangat sederhana, cukup buka terminal dan ketikan 'apt'. berikut beberapa fungsi aptet:


install software
apt-get install {nama_software}

mencari software
apt search {nama_software}
untuk melakukan update list software yang ada pada sumber software, perlu dilakukan update terhadap daftar yang telah ada dalam installan kali linux. perintah untuk melakukan update adalah sbb:

update repository
apt-get update
sedangkan untuk melakukan upgrade sistem secara keseluruhan ketikan upgrade. proses upgrade lumayan lama. tergantung pada kecepatan internet.
upgrade sistem
apt-get upgrade

apt-get dist-upgrade

uninstall
apt-get remove {nama_software}

apt-get autoremove

perintah apt-get autoremove biasanya dilakukan setelah dilakukan upgrade. aptet akan menghapus file-file yang sudah tidak terpakai. fungsi apt-get remove masih menyisakan file-file jika suatu saat akan dipakai lagi. untuk menghapus secara permanen lakukan perintah purge

uninstall permanen
apt-get purge {nama_software}

menghapus temporary sisa installasi
apt-get clean

apt-get autoclean

untuk menggabungkan perintah secara berurutan (sequencial) tambahkan tanda '&&". contoh:

apt-get update && apt-get upgrade 

perintah diatas berarti 'lakukan update list software setelah itu lakukan upgrade'.

demikian sekelumit penggunaan pengelola software APT pada kali linux.

Jumat, 30 Desember 2016

arp-scan

arp-scan adalah tool command-line untuk mengetahui sistem jaringan. tool ini mengirimkan request ARP alamat IP tertentu, dan menampilkan setiap tanggapan yang diterimanya. untuk menjalankan arp-scan cukup ketikan "arp-scan" di terminal.

perintah arp-scan antara lain:



scan semua host dalam jaringan
arp-scan --interface={alat} --local net
contoh
apr-scan --interface=wlan1 --localnet

Minggu, 22 Mei 2016

peta geologi regional

Untuk rekan-rekan yang membutuhkan referensi peta geologi regional berikut ini saya share beberapa peta geologi regional di indonesia. tautan download saya letakkan di google drive. untuk mengunduh silahkan klik link dibawah ini.

0421 banda aceh
0619 medan
0814 painan
1712 banjarmasin
1713 amuntai
1714 buntok
1814 balikpapan

semoga bermanfaat.

Sabtu, 31 Mei 2014

membuat konsentrat tembaga


  1. Batu Tembaga dihaluskan
  2. Batuan kemudian dicuci dengan asam sulfat selama 6 jam menjadi tembaga sulfat
  3. Larutan tembaga sulfat kemudian di pompa dan disaring ketempat lain
  4. Selanjutnya tembaga direduksi menggunakan seng
  5. Konsentrat tembaga kemudian disaring dan dikeringkan
Gambar 1. Batuan Tembaga Malasit

 
Gambar 2. Leaching dengan sluice box


Gambar 3. Leaching dengan sluice box
Gambar 4. Reduksi dengan seng
Gambar 5. Konsentrat siap dikeringkan
Gambar 6. Konsentrat setelah dikeringkan
Gambar 7. Konsentrat di packing
Gambar 8. Konsentrat tembaga siap dijual

Selasa, 05 Maret 2013

kompor oli bekas


Kali ini saya akan membahas tentang kompor (burner) yang selama ini saya pakai untuk melebur galena. Kompor ini menggunakan oli bekas sebagai bahan bakar. Oli dapat dicampur dengan solar jika ingin suhunya tinggi. Perbandingannya adalah 1 : 10. Namun angka ini bukanlah angka baku. Dibawah ini saya posting contoh kompor olie bekas beserta dimensinya. Saya mengharapkan saran untuk menyempurnakan kompor ini.

gambar 1. kompor oli bekas
Pengaturan besar kecilnya api dengan memutar kran saluran oli (B). Sedangkan untuk mengatur lebar-sempitnya semburan api dengan menarik batang pada kran saluran oli tsb. A adalah saluran udara yang disambungkan ke blower. C adalah bagian casing dari saluran oli. D adalah nozzle atau lubang tempat keluarnya oli.

gambar 2. diameter pipa saluran udara

gambar 3. panjang manifold ke housing end.
manifold pada gambar diatas berguna sebagai jalan udara dari blower dengan putaran 2800 per menit. blower yang saya gunakan banyak dijumpai ditoko-toko yang menjual mesin. besarnya lubang blower disesuaikan dengan lubang udara yaitu 2".

gambar 4. tinggi manifold ke elbow saluran udara adalah 3". 

gambar 5. bagian burner head/nozzle dibuat dari besi as mobil yang dibubut.

gambar 6. lubang oli di bor dengan diameter +/- 3 - 4 mm.

gambar 7. bagian depan casing dikuncupkan.

gambar 8. bagian housing end

gambar 9. penopang pipa oli dalam (1/4")

gambar 10. instalasi kompor oli bekas
oli yang keluar melalui nozzle/burner head tidak mengalami tekanan besar, hanya bergantung pada gravitasi dari jerigen yang diletakan lebih tinggi dari kompor. dalam kondisi dingin oli hanya menetes melalui lubang nozzle, tetapi dalam kondisi panas oli berubah menjadi gas sebelum mencapai ujung nozzle.

bagian casing dan nozzle tetap diberi celah (1 - 2 mm) sebagai jalan keluar udara dari blower. jadi tidak press, tetap ada sela beberapa milimeter. bahkan nozzle bisa didorong keluar dari casing.

penyalaan kompor ini dilakukan dengan terlebih dahulu memanasi ujung kompor kurang lebih selama 10 menit. biasanya saya menggunakan kayu bakar. jika sudah panas kran oli dibuka sedikit demi sedikit. pada penggunaan puncak (30 menit lebih) panas yang dihasilkan mampu melebur besi.

gambar 11. sketsa kompor oli.
saya sudah beberapa kali membuat kompor ini untuk dikirim ke berbagai daerah diseluruh indonesia. kompor ini sudah pernah digunakan untuk membakar aspal, melebur logam, menyuling minyak kayu putih dan membakar bata. untuk digunakan dalam industri makanan kompor ini belum pernah dicoba.

saat ini saya tidak memproduksi kompor ini karena kesibukan lain. untuk pemesanan saya referensikan kepada rekan saya di tasikmalaya yaitu sdr. wisnu santyana (0853-5311-0609).

Jumat, 11 Januari 2013

Hello Kowi Good Bye Blast Furnace (english)

bahasa indonesia | english
After a second failure with cupola furnace, I decided to switch to using the kowi furnace as suggested by Mr. Amin (who make comments about kowi furnace at previous post). Following in-depth consultation Padang - Trenggalek by phone, the kowi furnace installation would be installed by the maestro himself.

Photo 1. Mr. Amin next to the kowi smelter
First time kowi furnace come from Trenggalek, East Java, I can not imagine how to doing the installation. This Furnace weight almost 300 kg, was delivered using a 10-day truck expedition, Dakota. To lower it from the expedition truck were dropped it to the ground sufficiently. This furnace made of cast steel with 5 cm thickness. To move the furnace is quite carried by four men by hold the lips of each side.

Photo 2. a 300 kilogram kowi smelter
The first step is to make the installation of kowi furnaces is placing rough cement floor at 2 x 2 meters dimension, with 20 cm thickness. At the bottom center placed a fire brick as the furnace holder. Furthermore, the bottom furnace/cricible cemented by clay. Since looking for clay is difficult, mr. amin recommends replacing it by using red clay brick finely pulverized and sieved at 80 mesh. This material is then mixed with water and then mounted on the bottom of the kowi furnace.

photo 3. fire clay at the bottom of the furnace
at the bottom of the furnace is then closed with fire brick and custable (herein called the fire cement). Fire bricks for sale in Padang Rp 30,000, - / pcs. While custable quite expensive. Made in Thailand worth Rp600.000 / sack, while made ​​in Germany for Rp1.200.000 / sack. To conserve custable used ordinary cement mixture with a ratio of 1:4 to 1:5 in certain parts. Making this furnace takes 2 days with 4 people working.
photo 3. kowi furnace's bird eye view
photo 4. kowi furnace distance view
The process of drying the furnace takes approximately 5 days. Furthermore, we will enter the test phase. My next post will discuss about testing The furnace.

Rabu, 09 Januari 2013

hello kowi goodbye blast furnace

bahasa indonesia | english
Setelah kegagalan kedua dengan tungku cupola, saya memutuskan untuk beralih menggunakan tungku kowi seperti yang disarankan oleh mas amin (komentar tentang tungku kowi pada post sebelumnya. Setelah konsultasi mendalam Padang - Trenggalek via telefon akhirnya disepakatilah bahwa kowi ini akan dipasang oleh sang maestro sendiri.

Foto 1. Sang Maestro, disamping tungku kowi
Pertama kali kowi datang dari Trenggalek, Jawa Timur, belum terbayang cara pemasangannya. Tungku seberat 300 kg ini dikirim menggunakan ekspedisi Dakota selama 10 hari. Untuk menurunkannya dari truk ekspedisi cukup dijatuhkan saja ke tanah. Terbuat dari besi baja cor dengan ketebalan 5 cm. cara memindahkannya cukup digotong oleh empat orang dengan memegang bibirnya dari setiap sisi.

Foto 2. Tungku Kowi seberat 300 kg.

Langkah pertama pemasangan Tungku Kowi adalah membuat lantai kerja dengan semen kasar berdimensi 2 x 2 meter, dengan ketebalan 20 cm. Pada bagian tengah diletakan sepasang bata api sebagai dudukan tungku. Selanjutnya bagian bawah kowi direkatkan/diperkokoh dengan lempung. Berhubung susah (malas?) mencari lempung mas amin menyarankan untuk mengganti lempung dengan bata merah biasa yang ditumbuk dan diayak halus 80 mesh. Bahan ini selanjutnya dicampur dengan air untuk kemudian dipasang pada bagian bawah tungku kowi.

Foto 3. Lempung dipasang pada bagian bawah tungku
Kowi ini selanjutnya ditutup dengan bata api dan custable (disini disebut semen api). Bata api yang dijual di Padang seharga Rp30.000,- /pcs. Sedangkan custable cukup mahal. Buatan Thailand seharga Rp600.000 /sack, sedangkan buatan Jerman seharga Rp1.200.000 /sack. Untuk menghemat penggunaan custable digunakan campuran semen biasa dengan perbandingan 1:4 hingga 1:5 pada bagian-bagian tertentu. Pembuatan tungku ini memakan waktu 2 hari dengan pekerja 4 orang.

Foto 4. Kenampakan Bagian Atas Tungku Kowi

Foto 5. Kenampakan Tungku Kowi
Pengeringan tungku memakan waktu kurang lebih 5 hari. Selanjutnya akan memasuki tahap uji coba. Tulisan saya selanjutnya akan membahas mengenai uji coba tungku ini.


Minggu, 12 Agustus 2012

Pengalaman Membangun Smelter Galena

Pendahuluan
Galena (PbS) merupakan komoditi mineral yang lumayan langka. Sifatnya yang anti korosi dan mampu menahan radiasi itu menjadikan Galena banyak dipakai pada industri battery accu dan pelapis pada ruangan rontgen serta reaktor nuklir.


Karakteristik
Galena memiliki warna abu-abu dengan kilap logam berwarna putih. Sistem kristal-nya adalah cubic atau kubus; untuk itu galena dijumpai dengan bentuk fisik hampir menyudut/angled. Jika digores pada batu asahan terlihat cerat berwarna abu-abu, brittle serta memiliki titik leleh yang rendah jika dibandingkan dengan mineral lainnya.


Pengolahan
Pengolahan galena secara ideal melalui beberapa proses antara lain:

  1. Penghancuran menggunakan crusher (0,5 cm s/d 1 cm).
  2. Penghalusan menggunakan ballmill (< 0,5 cm).
  3. Pemisahan pengotor (terutama silika) menggunakan mixer.
  4. Pemurnian hidrometalurgi menggunakan floatasi.
  5. Sintering bertujuan menghilangkan belerang menggunakan roaster.
  6. Pembakaran menggunakan smelter.
  7. Pencetakan
Konsep Bisnis
Konsep bisnis sewaktu kami memulai usaha ini adalah sebagai berikut:
  1. Pembelian bahanbaku dari petani galena (tidak memiliki ijin) seharga Rp90 dikalikan kadar. Artinya untuk kadar 60% (asumsi dengan menggunakan mata telanjang) adalah 60 x 90 = Rp5.400/kg.
  2. Pengolahan dengan menggunakan crusher dan smelter ditambah biaya operasional adalah Rp4.500 /kg. Proses di bypass karena menurut produsen alat/mesin dengan hanya menggunakan crusher dan smelter proses pengolahan ingot galena tetap bisa dilakukan.
  3. Ongkos penjualan dari pabrik menuju jakarta adalah Rp500 /kg. Pabrik berlokasi di Kota Padang, mengingat bahanbaku banyak dijumpai di Sumatera Barat.
Secara konsep total biaya pengolahan batuan galena menjadi ingot adalah Rp10.400/kg (Rp5.400 + Rp4.500 + Rp500). Harga beli ingot dari 3 buyer di Jakarta per Juli 2012, rata-rata adalah Rp19.000/kg. Jadi didapat margin sebesar Rp19.000 - Rp10.400 = Rp8.600/kg. Dari konsep ini dapat dihitung berdasarkan kapasitas produksi crusher dan smelter yang mencapai 24 ton bahanbaku per bulan (menurut produsen alat). Refraksi yang ditetapkan adalah sebesar 5% dari total bahanbaku.

Hasil berupa ingot berdasarkan refraksi adalah sebesar 24.000 kg - 5% = 23.999,95 kg atau sekitar 23 ton. dari perhitungan hasil 23 ton ini keuntungan yang dicapai adalah sbb:
23.000 kg x Rp8.600 = Rp197.800.000

Sebuah nilai yang fantastis.

Realita Bisnis
Sewaktu memulai usaha ini kendala yang ditemui antara lain:

  1. Bahanbaku dari para "petani galena" sangat sulit diperoleh. Untuk itu diciptakan dahulu trend kepada petani galena agar mereka terbiasa dengan hasil yang didapat. Akan tetapi setiap lubang galian galena ternyata memiliki kadar dan variasi Pb yang beragam. Hal ini sangat menyulitkan jika tercampur karena akan terjadi proses blending yang dapat menurunkan kadar galena.
  2. Pengotor (impurities) pada bahanbaku sangat menentukan keberhasilan usaha ini jika differensiasi antar mineral yang terkandung dalam bahanbaku terlampau jauh dapat dipastikan proses peleburan galena akan menemui kegagalan dengan turunnya recovery (tingkat keterambilan) pada lelehan.
  3. Produsen alat (CV. Hade Mineral) setelah sebelumnya menjamin bahwa alat akan bekerja dengan baik sesuai Surat Penawaran Penjualan ternyata melarikan diri setelah mesin yang mereka tawarkan selalu mengalami kegagalan pada proses peleburan.
  4. Produsen alat lebur yang qualified dan memiliki performa sebelumnya harus benar-benar dipertimbangkan secara matang, terutama dipelajari kembali apakah sebelumnya mereka sudah pernah membuat smelter plan untuk galena.
  5. Crucible yang selalu pecah karena suhu dan tekanan dalam smelter sangat tinggi.
  6. Pb menguap karena suhu berlebih.
Kesimpulan
Walau secara teori bisnis galena tampak menguntungkan namun pada prakteknya hal tersebut sangat sulit untuk dicapai terutama jika pekerja sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang metalurgi.





Senin, 01 Juni 2009

Sahabat-sahabat Terbaik

“A friend in need is a friend indeed”.
Begitu kata ungkapan lama. Sahabat sejati adalah sahabat yang datang kapan saja. Disaat susah atau senang. Tidak memandang apakah kita salah atau benar. Punya uang atau tidak. Ia akan selalu datang memberikan kasih terbaiknya. Menenangkan perasaan. Mendukung setiap tindakan. Mengingatkan dengan cara-cara yang tak menyakitkan.

Ujianku kali ini ternyata mampu membuka mata hati selebar-lebarnya tentang definisi sahabat sejati. Betapa jauh aku lupa tentang itu. Tanpa memandang pamrih ingin aku sebutkan nama mereka satu-persatu sebagai tanda terima kasihku yang tak terhingga pada mereka.

Erfin bin Zulkifli Siregar. Kawan satu ini aku kenal sejak dahulu kala. Sama-sama satu SMA, hingga dewasa. Banyak cerita yang sudah kami lalui. Peristiwa tak menyenangkan tak pernah melunturkan ikatan perkawanan selama hampir sembilan belas tahun lamanya. Walau sifat kami jauh sekali berbeda, entah kenapa kami selalu bersama.

Irma binti Noorachmad. Jika dibandingkan dengan erfin, Irma muncul belakangan. Tak lama setelah itu kami menikah. Jika diurai satu-persatu tentu halaman ini tak cukup menjadi wadah baginya. Namun hingga kini, walau kami adalah suami istri, Irma tetap menjadi ‘guardian angel’ bagi diriku. Seseorang yang akan meradang jika aku tersakiti walau hanya oleh seekor semut. Seorang istri yang merelakan suaminya menikah lagi hanya untuk melihatnya senang!. Bayangkan…

Marhat bin Thalib. Keturunan arab yang suka sekali menertawakan nasib. Lebih tepat aku sebut begitu karena ia selalu mampu menangkap kelucuan dibalik kesusahan. Walau kadang kala menyebalkan karena kerap kali mengajukan complain tentang uang!. Namun siapa yang mampu menemaniku tidur beratap bintang?. disaat aku tak bisa memberi apa-apa selain sebatang rokok?. Marhat jawabannya.

Hmm… Betapa aku tak mampu membalas kasih sayang mereka bertiga, kecuali sepenggal doa dari sudut gelap dan sempit, semoga Alloh selalu melindungi mereka. Memberikan kesehatan dan umur yang panjang. Mengganti pertolongan mereka dengan pahala berlimpah-limpah. Aku tak mampu mengganjar cinta mereka padaku Ya Rabb. Bagiku mereka adalah wakil-Mu untukku di dunia ini. Semoga aku selalu ingat pada mereka. Tidak hanya disaat mereka senang, tetapi juga disaat mereka jatuh. Izinkan aku mohonkan agar Engkau sudi mengabulkan doaku untuk mereka Ya Karim… Amin.

Selasa, 14 April 2009

Old Love (14 April 2009)

Sms pip baru saja selesai aku baca. Kenapa di Kunyit yang sunyi ini pesan berbunyi biasa bisa begitu sakti membuai rasa?. Masih sayangkah kau denganku pip?. Kenapa dulu aku mengabaikanmu?. Segenap sesal menyeruak masuk kedalam dada. Pasukan masa lalu bersenjata tombak merangsek masuk kebalik tulang rusuk. Pertahan terakhirku sebelum wajah kasar ini membuahkan senyum. Aku melirik GPS digenggaman, tekanan udara ambien hampir mencapai seribu tiga belas milibar. Panas inherent dari cebakan magnetite karena terjemur matahari seharian seperti tak ada rasanya. Belum lagi sinar matahari yang berbinar-binar karena tak terhalang awan sedikitpun menunjam ubun-ubun bak pedang api nan berkilat-kilat. Hong Bing Fa, sang penterjemah, melilitkan tanaman perdu ke kepalanya. Sambil menawarkan rokok luckies birunya, dengan terengah-engah ia mendekatiku.
“Xie.. xie… koh”.
“Mau minum Li Zhao?”.
“Enggak koh… Me O”.
“Tulit… tulit…”, sms datang lagi. Kali ini tak berselang lama.
Hmm, pip, kali ini kau ingatkan aku agar berhati-hati dengan malaria. Pip, itukah jejak kita dulu?. Rasa sayang yang terhalang tembok tinggi entah apa. Dan tahukah kalian apa yang terjadi berikutnya?. Gelombang berwarna merah muda bergulung-gulung. Membuncah, tinggi. Kurasa ia hendak membunuhku dengan segenap kekuatannya. Bagai peselancar yang jatuh kedalam air, aku benar-benar tak berdaya dibuatnya. Wajah panas dan senyum dari muka yang berkeringat sudah tak bisa aku kuasai. Pelan lagu turn the page again Tim O’ Brien seperti mengalun diatas hamparan hitam magnetite. Tak lah pip. Aku tak tahu jika ini tak akan pernah bisa mati. Ia hanya butuh sedikit katalisator untuk kembali bereaksi. Reaksi fisi yang mendetakkan jantung berpuluh-puluh kali per menit. Membuat oksigen terasa harum bak bunga surga. Aku rebah diatas rasa yang kukira mampu kulupa.

Diatas ketinggian enam ratus delapan puluh lima meter dari permukaan laut, disaksikan lembabnya hutan sumatera, cinta lama menyergapku.

“…I’m soaring like an eagle, I’ll find a place to land
I’ll let the west wind take me, See what He has planned
My home is in my heart now, or any place I stand…”

Jumat, 24 Oktober 2008

Au Revoir Mal!


...so kiss me and smile for me, tell me that you wait for me, hold me like you'll never let me go... {leaving on the jet plane - john denver}

Hhhh... perpisahan emang bukan sesuatu yang aku suka, terutama misah dari seorang sahabat yang lumayan songong sepertimu mal. Gak terasa dah hampir lapan bulan kita sama-sama. Nglewatin macem-macem. Mule dari marah sampai gila-gilaan. Hari ini tiba-tiba semuanya hilang sejalan dirimu pulang.. sebenernya bukan pulangmu itu yang bikin aku jadi sedih bukan kepalang. Tapi, karena kau masihlah muda mal... kemudaan yang udeh ditanggungi macem-macem beban. Mule dari keluargamu yang susah, sampe harus menghidupi adik-adik termasuk menyediakan biaya buat si bungsu yang autis. Aku gak bisa nyanguimu apa-apa selain ilmu-ilmu yang juga gak banyak aku tau. Besar sekali harapku kelak ilmu itu kepake dalam kehidupanmu. Mal, teruslah bermimpi, karena seperti yang dikatakan arai: "Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. Selamat jalan sahabat kecilku. Au revoir...